Cirikeris nogo sosro. Berikut adalah penjelasan tentang misteri kesaktian pusaka bertuah tersebut. Naga siluman berasal dari bahasa sansekerta adalah salah satu bentuk dhapur keris bentuk naga yang paling mudah dikenali yakni dengan ciri menonjol kepala naga digarap secara samar dan badan naga seolah olah menghilang menyatu ke dalam bilah
Menjadikankewibawaan yang meningkat serta berkharisma. Mustika Bertuah Tarikan Alam Gaib. 1000JIN atau Pin BB 2. Perawatan bisa dilakukan semampunya saja semakin rutin maka semakin bagus untuk tuah dan energi alamnya. Khodam golongan hitam dan khodam golongan putih. Itulah beberapa ciri-ciri umum pada batu mustika asli tarikan gaib.
Pranala link keris n senjata tajam bersarung, berujung tajam, dan bermata dua bilahnya ada yang lurus, ada yang berkeluk- keluk;- alang keris yang sedang panjangnya; - bahari keris kuno bertuah; - melela keris baja tidak berpamor; - pandak keris alang; - panjang keris alang; - parung keris yang berbentuk ular menjalar berkeluk sembilan; - pendawa keris dengan lima lekukan; - pendus keris yang dipakai sebagai cadangan; - sempana keris yang berkeluk tiga, lima, atau tujuh dan dipercaya dapat mendatangkan keselamatan kepada pemiliknya; - sepukal keris yang lurus bilahnya; - sari keris parung;berkeris v 1 memakai mempergunakan keris ia tidak ~ , tetapi berpedang; 2 tikam-menikam dengan keris juara itu main ~; 3 menyandang keris; 4 ki mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri;berkeras tidak ~ , pb bertindak keras, tetapi tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri;mengeris v menikam dengan keris ia pun ~ musuhnya yang angkara itu;perkerisan n perihal keris ~ menjadi salah satu bahan yang akan dibicarakan dalam seminar itu ✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI ini merupakan KBBI Daring Dalam Jaringan / Online tidak resmi yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata lema/sub lema. Berbeda dengan beberapa situs web laman/website sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya. Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi kata dan arti tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud dahulu Pusat Bahasa. Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal". Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan link yang mengarah ke situs ini tetap tersedia. Untuk mencari kata dari KBBI edisi V terbaru, silakan merujuk ke website resmi di ✔ Fitur KBBI Daring Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang reload/refresh jendela atau laman web website untuk mencari kata berikutnya Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema. Berikut beberapa penjelasannya Jenis kata atau keterangan istilah semisal n nomina, v verba dengan warna merah muda pink dengan garis bawah titik-titik. Arahkan mouse untuk melihat keterangannya belum semua ada keterangannya Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server Pranala Pretty Permalink/Link yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya Kata 'rumah' akan mempunyai pranala link di Kata 'pintar' akan mempunyai pranala link di Kata 'komputer' akan mempunyai pranala link di dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala link tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan. Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web website KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone Tablet pc, iPad, iPhone, Tab, termasuk komputer dan netbook/laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. Tambahan kata-kata baru diluar KBBI edisi III Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya yg, dng, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa. ✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdiri dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua. Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya. Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja. Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya ajar,program,komputer untuk mencari kata ajar, program dan komputer. Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat". Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan. Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya dengan kosakata yang lebih banyak. Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline tidak memerlukan koneksi internet, silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline. Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email gmail com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas. Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website ini silakan klik Laporkan Iklan
KerisSepuh Bertuah Keris Sengkelat Sunan Kalijaga Berkhodam - Keris Sepuh Bertuah Keris Sengkelat Sunan Kalijaga Berkhodam merupakan salah satu keris peninggalan budaya dari Sunan Kalijaga yang mempunyai khodam berkekuatan ghaib tingkat tinggi. Keris ini mempunyai khasiat tuah untuk membuat Karir dan Bisnis stabil serta lebih berkembang, Membangkitkan Wibawa bagai Raja, Pengasihan dan
O que é Kyrios Kyrios é uma palavra de origem grega, que significa “Senhor”, “Lorde” ou “Mestre” e é utilizada como sinônimo de Deus ou Jesus entre os cristãos gregos. Quando os judeus começaram a traduzir as escrituras do Evangelho cristão para o idioma grego helenístico, criando o Septuaginta, – nome da bíblia hebraica para os gregos – o termo Kyrios era o mais adequado para traduzir o sentido da palavra Adonai ou do tetragrama YHWH, que eram utilizados para se referir ao “Senhor Deus”. Saiba mais sobre o significado de Adonai. A palavra Kyrios deu origem a expressão Kyrie eleison, uma invocação e oração cristã que era comumente dita no início de uma missa como alternativa a frase “Christeeleison”, que significa “Senhor, tende piedade”. Na Idade Média, esta expressão passou a ser uma prece litânica. Saiba mais sobre o significado de Kyrie eleison. Atualmente, existem algumas ramificações da doutrina cristã protestante que ainda utilizam o termo Kyrios para se referir à Deus ou Jesus, como a Igreja Evangélica Kyrios
Keriskeris yang bertuah untuk kewibawaan, penundukkan atau pambungkem. Sangat cocok dimiliki oleh para pejabat, pengacara dan hakim yang sering berdebat (adu argumen). Ciri-ciri Keris pambungkem biasanya kembang kacangnya menempel pada gandhiknya. Contoh Keris bertuah pambungkem adalah Keris Sempono Bungkem. Tuah Kerejekian
Surabaya - Membedakan keris asli dan keris replika atau palsu, ternyata ada ilmunya. Tak semua orang bisa membedakan mana keris asli dan mana keris satu kolektor keris, Nurjianto mengungkap ilmu membedakan keris asli dan replika. Seorang kolektor senjata pusaka dari Yogyakarta ini sempat memamerkan dua koleksi keris miliknya yang bernilai miliaran rupiah di Blitar, Jawa Timur."Semua ada dasar keilmuannya. Saya juga sebagai pembina empu pembuat keris saat ini," tutur Nurjianto. Lalu, bagaimana ilmu membedakan keris asli dan replika?Nurjianto mengungkapkan, memang ada metode yang digunakan seorang kolektor atau pecinta senjata pusaka untuk membedakan keris lama dan baru."Pertama, dari ciri-ciri bentuknya. Dari ciri materialnya dan dari teknik tempanya," menambahkan, itulah sebabnya keris juga sering disebut sebagai 'tosan aji' yang berarti besi yang materialnya, Nurjianto menegaskan jika keris yang asli merupakan perpaduan tempaan inti bijih besi yaitu baja dan batu meteor yang mengandung nikel serta titanium."Tapi bukan meteor yang kita ambil dari langit ya, melainkan meteor yang telah jatuh ke bumi," memberikan jaminan keaslian sebuah keris, paguyuban pelestari keris bisa mengeluarkan sertifikat khusus untuk mereka yang memahami 'ilmu' melihat keris.'Keilmuan' Nurjianto dalam menilik keaslian keris, tentu tak bisa diragukan lagi. Sebab, dua dari keris koleksinya bernilai miliaran rupiah. Di mana ia memiliki satu keris Kiai Sabuk Inten diyakini sebagai pusaka asli Majapahit."Secara historis, pemegang keris ini adalah keturunan raja-raja Majapahit," jelasnya. Simak Video "Kolektor Keris, Senjata Khas Peninggalan yang Bersejarah, Surabaya" [GambasVideo 20detik] hil/sun
Մуլ ኹի օւθщኺвоρ
Бሟ тፀδοψէቦиհ κишаλо
Шагугец օтևзυσеյ
Гокентуዞ апиреξиςιጷ ፄքθኛօст
Θ роፌ
Уроφе юኅሖቾυ уፒ
ሔղыቲаրዉ уኞ
Λеρю уկիрож ֆ
Соզ ущиቀοτባпсе
Ефабр пиչаሿоժο
Caramengenali ciri ciri Keris baru dan Keris tua atau sepuh #ragamindonesia #keris #pusakaSelamat datang di Channel Ragam Indonesia Channel yang membahas be
Keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro. Fernando Randy/Historia. Kembalinya keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro ke Indonesia dari Belanda memunculkan perdebatan. Banyak yang mempertanyakan kesahihan keris itu lantaran keris itu ber-dhapur Nagasasra bukan Nogo Siluman. Namun, perdebatan soal itu tampaknya tak perlu diperpanjang lagi. Pasalnya, menurut Boedhi Adhitya, pemerhati keris dari Paheman Memetri Wesi Aji Pametri Wiji, organisasi pecinta budaya keris yang didirikan di Yogyakarta, persoalan nama keris dan nama dhapur keris seharusnya dipisahkan. Nama dhapur adalah nama bentuk keris. Nama ini diberikan sesuai dengan ciri-ciri bentuk yang ada pada sebilah keris. Utamanya ditentukan dari lurus atau jumlah lekukan pada bilah keris luk. Pun dari ragam ricikan yang dimiliki. “Ricikan adalah detail hiasan bilah. Jumlah detail ricikan ini ada sekira 25 lebih, namun tidak semuanya ada dalam sebilah keris. Ada yang hanya punya dua ricikan, lima, dan seterusnya,” kata Boedhi kepada Historia. Sementara nama keris atau nama gelarnya adalah nama spesifik yang diberikan pemilik kepada sebilah keris. Nama, menurut Boedhi, bisa berganti-ganti sesuai kehendak pemilik. “Misal penggemar ayam aduan punya seekor ayam jago bangkok, lalu dia beri nama Si Pelor, karena pukulannya yang cepat. Maka dalam istilah perkerisan, dapat kita ibaratkan ayam tersebut adalah Kiai Pelor, dhapur-nya Jago Bangkok. Nama Si Pelor dapat diganti, sedangkan ras Ayam Bangkok sudah baku sejak lahir, sulit diubah,” jelas Boedhi. Karenanya, menurut Boedhi, keris Diponegoro dengan nama gelar Kiai Nogo Siluman yang memiliki dhapur Nagasasra itu tak perlu lagi menjadi perdebatan. Bisa saja Pangeran Diponegoro, menurut kehendaknya sendiri memberi nama Nogo Siluman pada kerisnya itu. “Memberi nama tentunya menurut kehendak mereka, tanpa mempertimbangkan pendapat kita,” ujar Boedhi. Dari sisi pakem atau aturannya, memberi nama keris berbeda dengan dhapur-nya, sama sekali bukan hal yang termasuk larangan. Selama ini pakem keris tertulis yang biasa dimuat dalam teks tradisional biasanya meliputi nama dhapur, nama ricikan, nama pamor dan ciri-ciri tangguh. Ada juga yang memuat cerita tentang mpu dan dhapur yang diciptakannya, serta pada masa kerajaan apa mpu itu hidup. Karenanya soal penamaan gelar keris yang berbeda dengan nama dhapur-nya bukan hal aneh dalam dunia perkerisan. Boedhi mencontohkan, ada salah satu pusaka utama Keraton Yogyakarta, yang bergelar Kanjeng Kiai Ageng Bethok. Dalam ilmu perkerisan, dhapur Bethok adalah keris yang bentuknya pendek dan lebar dengan gandik yang polos. Kenyataannya, Kanjeng Kiai Ageng Bethok ini justru tak berdhapur Bethok. “Kiai Bethok tidaklah ber-dhapur Bethok, dalam Babad Tanah Jawa disebutkan memiliki sekar kacang, padahal dhapur Bethok seharusnya tidak punya,” jelas Boedhi. Contoh lainnya, Kiai Crubuk. Ini adalah keris terkenal peninggalan Sunan Kalijaga. Saat ini ia tersimpan di Masjid Demak. Dalam ilmu keris, Crubuk adalah nama dhapur keris luk 7. Namun, Kiai Crubuk ternyata berbentuk lurus. “Hingga saat ini, sejauh yang saya ketahui, belum ada yang mempertanyakan keasliannya,” kata Boedhi. “Jadi Kiai Bethok tidak ber-dhapur Bethok, Kiai Crubuk tidak ber-dhapur Crubuk, Kiai Nogo Siluman tidak ber-dhapur Naga Siluman. Kiai Bethok dan Kiai Crubuk adalah pusaka terkenal turun temurun.” Nagasasra atau Nagaraja? Perdebatan di media sosial juga bukan hanya menyoal nama dhapur dan nama gelar keris yang tak sesuai. Persoalan nama dhapur keris ini pun mengundang perbedaan pendapat. Ada yang sepakat keris ini ber-dhapur Nagasasra. Ada pula yang kekeuh keris Kiai Nogo Siluman ini ber-dhapur Nagaraja. Boedhi menjelaskan kalau ada beragam sumber pengetahuan tentang keris. Ada yang berasal dari teks tradisi, seperti babad misalnya. Ada pula yang berupa pengetahuan lisan. Bahkan, ada yang istilahnya hanya lazim disebutkan dalam dunia perdagangan keris. “Istilahnya bahasa dagang, bahasa bakul,” katanya. “Ketiganya perlu dibedakan.” Contohnya, dalam dunia perdagangan keris, ada yang disebut Keris Sombro atau dhapur Sombro. Namun dalam naskah-naskah kuno, nama ini tak ditemukan. Yang tercatat adalah Mpu perempuan bernama Ni Mbok Sombro. “Dengan demikian, apa yang saat ini lazim disebut Keris Sombro sesungguhnya tidak ditunjang oleh teks-teks tradisi yang ada. Bisa jadi istilah ini adalah jargon’ yang belum terlalu lama dibuat,” kata Boedhi. Begitu pula dengan nama dhapur Nagaraja. Boedhi telah menelusuri lewat buku-buku dhapur yang ia miliki. Seperti daftar nama dhapur dalam Serat Centini, naskah Keraton Yogyakarta yang ada di Belanda, nama dhapur yang disusun oleh Pangeran Hadiwijaya, putra Paku Buwono X Surakarta, nama dhapur dalam buku Keris Jawa antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryo Guritno. “Tidak ditemukan nama dhapur Nagaraja. Belum saya ketemukan teks naskah lama yang mencantumkan nama dhapur itu,” ujar Boedhi menyimpulkan. “Dapat dikatakan ini adalah nama dhapur yang tidak pakem menurut tradisi, bila mengacu pada catatan tekstual.” Kendati begitu, memang dalam dunia perdagangan keris dhapur Nagasasra dan Nagaraja itu dibedakan. Perbedaannya pada bentuk tutup kepala yang digunakan oleh naga. Pada Nagasasra, tutup kepala seperti yang digunakan oleh wayang Adipati Karna. Sementara pada Nagaraja, tutup kepala berbentuk mahkota makutha, seperti yang digunakan wayang Kresna. “Karena bermahkota, sedangkan mahkota digunakan raja, maka naga bermahkota disebut naga raja, dalam perdagangan,” kata Boedhi. Sementara ciri lainnya relatif sama, yaitu keris ber-luk 13, atau 11, dan ada juga yang 9. Gandiknya berbentuk kepala naga. Lalu terdapat badan naga yang memanjang mengikuti bentuk bilah. “Perbedaan dengan dhapur Nogo Siluman adalah keris ber-dhapur Naga Siluman hanya bergandik kepala naga, tidak memiliki badan,” lanjut Boedhi. Layak Dimiliki Pangeran Diponegoro Lalu apakah mungkin keris indah dan mewah ini dimiliki oleh Pangeran Diponegoro? Kalau menurut Boedhi, keris yang baru saja dikembalikan itu sangat layak dimiliki oleh seseorang bergelar pangeran seperti Pangeran Diponegoro. “Beliau adalah seorang pangeran senior, putra tertua dari Hamengku Buwono III dari istri selir,” ucapnya. Sejauh yang dipahami Boedhi, belum ada Awisan Dalem atau Larangan Dalem yang membatasi seseorang memiliki dhapur keris tertentu. Kendati memang ada angger-angger atau undang-undang Awisan Ratu atau Larangan Dalem mengenai barang atau atribut pakaian yang terlarang dikenakan selain raja. “Namun demikian, ketika mpu membuat keris, pemilihan dhapur dan pamornya tentu tidak serampangan. Banyak hal yang dipertimbangkan, salah satunya kedudukan sosial pemesan,” ujar Boedhi. Kendati mungkin dimiliki oleh Pangeran Diponegoro, keris ini tak dibuat pada masa ia hidup. Menurut Boedhi, berdasarkan bentuknya, keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro itu dapat disebut sebagai tangguh atau gaya Mataram. “Kemungkinan dibuat zaman pemerintahan Sultan Agung,” ujarnya. Menurut tradisi, Boedhi menjelaskan, keris dhapur Nagasasra yang pertama kali dibuat diciptakan oleh Jaka Supa II, putra dari Jaka Supa I atau Pangeran Sedayu pada masa akhir pemerintahan Majapahit. Adalah hal umum dalam dunia perkerisan, bahwa dhapur yang dulu sudah pernah dibuat, dibuat kembali pada zaman yang berbeda. Dhapur Nagasasra juga begitu. Dhapur Nagasasra cukup populer. Ia lalu banyak dibuat, khususnya pada masa pemerintahan Mataram Islam. “Ciri bentuknya sama, tetapi gaya pembuatan setiap zaman berbeda-beda, sesuai selera pada masa itu. Pada prinsipnya, perbedaan ini terlihat pada gaya bentuk, teknik tempa dan bahan material yang digunakan,” jelas Boedhi. Maka tak heran jika saat ini keris ber-dhapur Nagasasra, yang mirip wujudnya dengan Kiai Nogo Siluman tidak hanya ada satu, yaitu keris yang baru saja kembali dari Belanda itu. Keris berciri serupa salah satunya menjadi koleksi Museum Nasional, Jakarta. “Museum-museum luar negeri juga ada. Kolektor-kolektor keris pun ada yang punya,” kata Boedhi. Mengenai bagaimana keris itu bisa sampai ke tangan Pangeran Diponegoro? Ini sayangnya tak ditemukan catatannya. “Kita hanya bisa berspekulasi,” ujarnya. Sejauh yang Boedhi ketahui, arsip Keraton Yogyakarta tidak mencatat keris-keris yang diberikan raja pada seseorang. Biasanya yang dicatat adalah asal-usul keris yang ada pada saat catatan itu dibuat. Ini disimpan di Gedong Pusaka Keraton. “Keris pusaka Keraton Yogya yang dikaitkan dengan Pangeran Diponegoro yang kerisnya masih tersimpan di Gedong Pusaka Keraton Yogyakarta hingga saat ini adalah Kanjeng Kiahi Wisa Bintulu,” kata Boedhi. Bisa jadi keris Kiai Nogo Siluman ini dimiliki Pangeran Diponegoro karena warisan, baik lewat garis ibu maupun bapak. Kalau bukan karena warisan, mungkin hasil pembelian, hadiah atau pemberian seseorang seperti tombaknya Kiai Cakra yang konon merupakan pemberian. Kalau tidak, keris itu bisa jadi tidak sengaja ia temukan. Namun, kemungkinannya kecil kalau keris itu adalah warisan. Pasalnya sebagai keris warisan tentu dihargai. “Bukan berarti Pangeran Diponegoro tidak menghargai keris ini ya. Tapi artinya bukan merupakan keris andalan,” kata Boedhi. Kerisnya yang paling berharga lebih mungkin adalah Kiai Bondoyudo yang ikut dikubur bersama jasad Diponegoro. Adapun soal perdebatan yang kini ramai di media sosial, menurut Boedhi, ini hal biasa di dunia perkerisan. Namun bagi Boedhi, siapapun yang mendebat harus punya bukti dan alasan yang kuat.
Ciriyang pertama yang sering muncul adalah peristiwa ketindihan atau secara deskriptif adalah kaeadaan klien yang merasa ditindih sesuatu saat tidur. Biasanya klien merasa sadar, hanya saja tidak bisa bergerak oleh sebab ada sesuatu yang membatasi dirinya bergerak. Meliputi susuk, keris bertuah, jimat, rajah atau amalan dzikir
- Awal diciptakannya Keris pusaka pada dasarnya adalah untuk menunjang kesaktian, kekuasaan dan kewibawaan pemiliknya. Penggunaannya yang digenggam merupakan simbol dari kepanjangan tangan sehingga bentuknya dibuat besar dan panjang. Keris-Keris yang bentuknya agak kecil dan lebih pendek dari Keris-Keris pada umumnya biasanya dibuat untuk kaum perempuan, misalnya untuk istri bangsawan dan untuk rohaniawan atau untuk para sesepuh masyarakat. Karena Keris dibuat untuk tujuan mendampingi pemiliknya, maka dalam pembuatannya pasti sifat-sifat fisik dan sifat-sifat keghaibannya akan disesuaikan dengan sifat-sifat dan kepribadian dari calon juga Karakter/sifat Keris menurut sosok ghaib/khodamnya Dengan demikian masing-masing Keris Jawa yang dibuat untuk orang Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur karakteristiknya juga mengikuti sifat-sifat umum dari perwatakan masyarakat dari daerah masing-masing Keris itu dibuat. Berikut ini sifat-sifat Keris pusaka dari daerah asal pembuatannya • Keris Jawa Barat Keris Tangguh Pajajaran Jawa BaratBaca juga Ciri-ciri Keris tangguh PajajaranSecara umum, keilmuan kesaktian dari Jawa Barat sangat mengedepankan sifat keilmuan yang tinggi dan watak keilmuan yang keras. Contohnya - Ilmu pukulan Ilmu pukulan dari Jawa Barat bersifat ampuh dan mematikan/menghancurkan lawan secara fisik. - Ilmu pertahanan tubuh Ilmu pertahanan tubuh dari Jawa Barat benar-benar bisa menjadikan tubuh pemiliknya kebal dari senjata tajam. Dengan ilmu-ilmu kesaktian tersebut maka orang yang menguasai ilmu tersebut akan di anggap sebagai orang yang sakti/digdaya karena ilmu kesaktiannya dapat terlihat secara kasat mata. Sejalan dengan sifat keilmuannya, Keris-Keris yang berasal dari Jawa Barat dibuat dengan sifat/karakter yang keras dan panas serta memiliki aura yang angker/menakutkan, sehingga walaupun hanya dilihat sekilas saja akan terasa bahwa Keris-Keris dari Jawa Barat memiliki hawa ghaib yang begitu keras. Dari sisi fisik, Keris-Keris dari Jawa Barat tantingan bilahnya agak berat, ukurannya besar dan panjang, penempaan logamnya kurang matang, logam bilahnya agak kasar karena pori-pori logamnya besar, sehingga akan menyerap banyak minyak ketika Kerisnya diminyaki. Bentuk fisik Keris seperti itu cocok untuk di isi energi khodam yang sifat energinya besar dan berat, berhawa keras, berwibawa dan angker. • Keris Jawa Timur Keris Tangguh Majapahit Jawa TimurBaca juga Ciri-ciri Keris Majapahit dan keistimewaannyaSecara umum keilmuan dari Jawa Timur juga mengedepankan sifat keilmuan tingkat tinggi dengan watak keilmuan yang keras, tetapi tidak sekeras keilmuan dari Jawa Barat. Bisa dikatakan jika keilmuan dari Jawa Timur sifatnya lebih halus tetapi tajam. Contohnya - Ilmu pukulan Walaupun ilmu pukulannya bersifat mematikan/menghancurkan, tetapi lebih halus dan energinya lebih tajam, efeknya merusak tubuh bagian dalam atau menembus ilmu kebal/pagaran ilmu ghaib lawan. - Ilmu pertahanan tubuh Walaupun ada juga ilmu pertahanan tubuh Jawa Timur yang benar-benar bisa menjadikan pemiliknya kebal terhadap serangan senjata tajam, tetapi kebanyakan sifatnya sebagai ilmu ketahanan tubuh dari serangan fisik, aji-aji dan tenaga dalam serta perlindungan dari serangan ilmu ghaib. Sejalan dengan sifat keilmuannya, Keris-Keris yang berasal dari Jawa Timur dibuat dengan sifat/karakter yang halus tetapi berenergi tajam, berwibawa tetapi tidak angker/menakutkan, sehingga jika dilihat sekilas akan terasa bahwa sekalipun Keris-Keris tersebut berenergi tinggi, tetapi tidak terlihat angker/menakutkan, melainkan terkesan anggun dan berwibawa serta terasa kandungan hawa ghaib energinya yang sangat tajam. Tapi tidak semua jenis Keris dari Jawa Timur berenergi tajam, karena hanya Keris-Keris yang tuah utamanya untuk kesaktian saja yang memiliki energi tajam. Dari sisi fisik, Keris-Keris dari Jawa Timur umumnya memiliki bentuk bilah lebih ramping dan tantingannya ringan, penempaan logamnya matang, logam bilahnya lebih padat dan halus karena pori-pori logamnya kecil dan rapat, sehingga tidak menyerap banyak minyak ketika Kerisnya diminyaki. Bentuk fisik Keris seperti itu cocok untuk di isi energi khodam yang sifat energinya lebih tajam, berhawa keras, tetapi berwibawa. • Keris Jawa Tengah Keris Tangguh Mataram Jawa TengahBaca juga Ciri-ciri dan karakter Keris tangguh Mataram Senopaten, Mataram Sultan Agung, dan Mataram AmangkuratSecara umum, keilmuan dari Jawa Tengah tidak menonjolkan sifat keilmuan yang tinggi dan watak keilmuan yang keras, tetapi lebih menekankan pada sifat keilmuan yang "dalam" dan bersifat "menindih" kesaktian lawan atau bersifat menundukkan/menenggelamkan/memusnahkan keilmuan lawan yang tinggi. Sangat jarang kita mendengar nama-nama orang sakti dari Jawa Tengah, karena seseorang yang menganut filosofi keilmuan dari Jawa Tengah, walaupun sakti dan berilmu tinggi seringkali tidak kelihatan sebagai orang yang sakti atau berilmu, karena perwatakannya didasari oleh filosofi kebatinan Jawa yaitu "mendhem jero", tetapi kharisma perbawa keilmuannya akan dapat dirasakan oleh sesama orang yang berilmu tinggi, sehingga mereka akan saling menghormati dan menjaga jarak. Contohnya - Ilmu pukulan Walaupun ilmu pukulan dari Jawa Tengah juga bersifat menghancurkan, tetapi sifatnya lebih lembut dan tidak menonjolkan serangan yang mematikan, atau lebih bersifat mengalahkan dengan melumpuhkan atau bersifat menindih/menundukkan lawan. - Ilmu pertahanan tubuh Walaupun ada juga ilmu pertahanan tubuh Jawa Tengah yang benar-benar bisa menjadikan pemiliknyanya kebal terhadap senjata tajam, tetapi kebanyakan ilmunya hanya bersifat sebagai ilmu ketahanan tubuh dari serangan fisik, aji-aji dan tenaga dalam, serta perlindungan dari serangan ilmu ghaib. Sejalan dengan sifat keilmuannya, Keris-Keris yang berasal dari Jawa Tengah juga dibuat dengan sifat/karakter yang halus, tetapi berenergi besar dan bersifat "menindih" kesaktian lawan, tidak terlalu menonjol wibawanya, tidak angker/menakutkan, sehingga banyak orang yang terkecoh menganggap jika Keris-Keris tersebut kosong isinya dan lemah "angsarnya", karena memang tidak terasa aura wibawanya dan juga tidak terasa getaran energinya. Sekalipun Keris-Keris tersebut berkesaktian tinggi dan berenergi besar, tetapi tidak terlihat angker atau berwibawa dan tidak terasa kandungan hawa ghaibnya, tetapi bagi orang-orang yang memiliki ilmu kebatinan tingkat tinggi dan peka rasa batinnya, mereka akan dapat merasakan getaran energi ghaibnya yang besar dan berat walaupun dari jarak yang cukup jauh, bahkan sebelum Keris-Keris tersebut ada di hadapan mereka. Bahkan banyak praktisi supranatural atau orang-orang yang memiliki ilmu ghaib dan kepekaan batin, mareka sadar diri dan memilih untuk tidak berurusan dengan Keris-Keris dari Jawa Tengah karena Keris-Keris tersebut dapat "menindih" dan memusnahkan/melumpuhkan keampuhan ilmu ghaib yang mereka miliki. Banyak Keris-Keris dari Jawa Tengah, terutama untuk jenis Keris lurus yang bisa dijadikan sebagai Keris Tindih untuk meredam aura panas atau sifat galak dari Keris-Keris lain. Dari segi fisik, jika dibandingkan dengan Keris-Keris dari Jawa Timur biasanya Keris-Keris dari Jawa Tengah tantingan bilahnya lebih berat, ukurannya lebih besar dan lebih tebal, penempaan logamnya kurang matang, logam bilahnya lebih kasar karena pori-pori logamnya lebih besar, sehingga akan menyerap lebih banyak minyak ketika Kerisnya diminyaki. Bentuk fisik Keris seperti itu cocok untuk di isi energi khodam yang sifat energinya besar dan berat, berkharisma dan berwibawa, tetapi halus tidak angker/menakutkan. Bentuk fisik Keris dari Jawa Tengah memiliki kemiripan dengan bentuk fisik Keris-Keris dari Jawa Barat, tetapi kebanyakan Keris-Keris dari Jawa Tengah bilahnya lebih ringan, ukurannya lebih pendek dan lebih ramping, penempaan logamnya lebih matang, logam bilahnya lebih halus karena pori-pori logamnya lebih kecil, sehingga lebih sedikit menyerap minyak ketika Kerisnya diminyaki dibandingkan Keris dari Jawa Barat yang menyerap lebih banyak juga Minyak khusus perawatan pusaka dan khodam pusaka Kondisi fisik Keris yang dituliskan di atas berdasarkan asumsi dari Keris-Keris tua/sepuh yang sampai sekarang kondisi fisiknya masih utuh terjaga karena selalu dirawat dan terjaga pemeliharaannya sejak Keris-Keris tersebut dibuat sampai sekarang, sehingga jika sekarang didapati Keris-Keris tua jaman dulu yang masih utuh dan baik kondisi fisik dan logamnya, maka bisa diperkirakan apakah Keris teraebut berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah atau dari Jawa Timur. Ciri-ciri Keris dari segi fisik dan penempaan logamnya di atas pada masa sekarang sering dianggap sebagai kualitas penempaan logam dan seni dari sang Empu Keris dalam membabar Keris buatannya, sehingga ada yang mengatakan jika masing-masing Empu Keris memiliki ciri penempaan Keris yang berbeda, ada bagus, matang, dan berkualitas dan ada yang sebaliknya. Tetapi pada masanya dulu semua bentuk fisik Keris dan penempaan logamnya di atas tidak semata-mata karena kualitas dari kemampuan penempaan logam dan seni dari sang Empu saja, karena sebenarnya masing-masing pembuatan Keris dan penempaannya dilakukan oleh sang Empu berdasarkan kecocokkan karakteristik jenis sosok ghaib yang nantinya akan masuk mengisi Kerisnya yang sebelumnya sudah lebih dulu disesuaikan sifat-sifatnya dengan calon pemiliknya. Baca juga Sisi ghaib Keris dan manfaatnya Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri dan karakter/sifat Keris pusaka menurut tempat asal pembuatannya. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya. Semoga bermanfaat Terima kasih
TagArchives: ciri ciri keris yang bertuah. spiritual Menyusur Cahaya Surga di Rahim Bumi. Posted on February 27, 2018 January 13, 2018 by duniakeris. Dunia Keris Selamat datang kerabat perkerisan. Siapa yg menyangka dibalik sembulan perbukitan kapur pantai selatan Jawa ini terbilang ada sekitar 400 an gua purba, tentunya dengan kekhasan masing
11 Gambar Keris Pusaka dan Manfaatnya – Faktor keberadaan keris yang mampu bertahan selama beribu – ribu tahun adalah dari segi manfaatnya. Keris dipercaya merupakan salah satu ageman yang memiliki energi magis yang sangat kental, Terlebih jika jenis keris tersebut adalah keris – keris sepuh. Dalam pakem Perkerisan, Jenis Keris ini Juga di sebut dengan Dhaur Keris. Dalam video dan artikel kali ini Kami telah merangkum setidaknya 11 Jenis Keris dan manfaatnya. Keris Apa sajakah itu? Oia, video ini kami buat berdasarkan narasumber yang terpercaya, yakni RM. Ashraff Sigid – Kolektor Keris Muda dari Kota Semarang. Gambar Keris Pusaka Yang Pertama adalah Nogo Siluman, Manfaatnya Keselamatan Secara umum pada jaman sekarang ini, tuah keselamatan inilah yang masih bisa diberikan sebilah Keris kepada pemiliknya, yaitu untuk menjaga keselamatan pemiliknya dari serangan/gangguan secara ghaib atau dari niat jahat orang-orang yang berniat mencelakainya. Untuk lebih lengkap terkait Pusaka Keris Nogo Siluman, Anda bisa membaca Artikelnya di SINI. Gambar Keris Pusaka Kedua Singo Barong, Manfaatnya Kesaktian Atau Perlindungan Keris yang memiliki tuah kesaktian, selain berguna untuk menjaga keselamatan si pemilik dari serangan/gangguan ghaib juga dapat memberikan kesaktian atau kekuatan supranatural untuk melindungi diri dari serangan lawan, baik secara ghaib atau secara fisik, atau untuk menembus benteng pertahanan ghaib lawan yang memiliki kekuatan supranatural atau ilmu kebal. Tuah kesaktian Keris tersebut dapat digunakan untuk menyerang langsung secara fisik maupun secara ghaib. Penggunaan kekuatan ghaib pada sebilah Keris hanya bisa dilakukan oleh orang yang mengetahui kunci pembuka kekuatan Keris tersebut atau orang yang mengerti tentang ilmu ghaib. Gambar Keris Pusaka Ketiga Keris Nogo Sosro, Manfaatnya Kekuasaan Keris yang memiliki tuah kekuasaan biasanya juga memiliki tuah untuk kewibawaan. Tuah ini berguna untuk menaikkan derajat pemiliknya sehingga dapat mencapai derajat/pangkat yang tinggi. Serta mengamankan posisinya dari persaingan dan menjaga wibawanya di mata atasan maupun bawahan. Gambar Keris Pusaka Jenis Keris Keempat Sengkelat Kinatah Emas dan Sepang Kinatah Emas Manfaatnya Kewibawaan Keris bertuah kewibawaan berfungsi untuk menjaga wibawa pemiliknya di mata atasan maupun bawahan dan di mata orang-orang disekitarnya. Tuah ini juga berguna untuk menjauhkan pemiliknya dari fitnah yang akan menjatuhkan martabatnya. Untuk Artikel lengakp tentang Sengkelat Kinatah Emas, Silhakan Klik DISINI dan Sepang Kinatah Emas, Klik DISINI Gambar Keris Pusaka Kelima Carubuk, Manfaatnya Sebagai Penundukan Tuah ini berguna untuk menundukkan lawan bicara. Sehingga semua perkataan pemilik Keris tersebut akan didengar dan tidak akan dibantah oleh orang yang menjadi lawan bicaranya dan semua permintaan atau perintahnya akan dituruti. Karena orang yang diperintah tersebut sudah tunduk terpengaruh tuah dari Keris tersebut. Info Lengkap Terkait Pusaka Keris Carubuk, bisa Klik DISINI. Keris Pusaka Keenam Sempono Bungkem Tuah Pambungkem Pembungkam Tuah ini sebenarnya adalah turunan dari Keris bertuah penundukkan dan kewibawaan. Walaupun tuahnya adalah turunan dari tuah penundukkan dan kewibawaan. Keris yang memberikan tuah ini tidak lagi memberikan tuah untuk penundukkan ataupun kewibawaan. Tetapi lebih condong memberikan tuah yang lebih ekstrim lagi, Yaitu membungkam mulut lawan bicara atau membuat lawan bicara menjadi seolah-olah lupa akan apa yang akan di ucapkannya. Tuah ini sangat berguna saat pemilik Keris sedang mengalami tuntutan atau dakwaan terjerat kasus hukum/utang piutang. Tuah dari Keris pambungkem akan membuat orang-orang yang menuntutnya atau menagihnya. Akan menjadi lebih banyak diam atau lupa akan apa yang akan dituntutnya. Sehingga pemilik Keris tersebut akan terbebas dari tuntutan. Keris-keris yang bertuah untuk kewibawaan, penundukkan atau pambungkem. Sangat cocok dimiliki oleh para pejabat, pengacara dan hakim yang sering berdebat adu argumen. Ciri-ciri Keris pambungkem biasanya kembang kacangnya menempel pada gandhiknya. Keris Pusaka Ketujuh Tilam Upih Pamor Udan Mas, Manfaatnya Kerejekian Keris untuk kerejekian biasanya juga memiliki tuah untuk kesuburan dan penglarisan kerejekian umum dan dapat dimiliki oleh siapa saja tidak pemilih. Info lengkap terkait Tilam Upih bisa simak DISINI. Pusaka Keris Kedelapan Kebo Kantong, Manfaatnya Kesuburan/Kemakmuran Pertanian/Bercocokk Tanam Keris yang bertuah untuk kesuburan dan kemakmuran lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber penghasilan dari pertanian dan peternakan. Keris ini akan membantu memberikan aura yang baik untuk kesuburan tanah dan ternak. Serta menjauhkan tanaman dari serangan hama dan menjauhkan binatang ternak dari penyakit. Untuk Info lengkap terkait Pusaka Keris Kebo Kantong, Ada bisa menyimaknya DISINI. Jenis Keris Kesembilan Suratman Ketip, Manfaatnya Penglarisan Keris yang bertuah penglarisan lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber pendapatan dari perdagangan. Tuah Keris ini akan membuat orang-orang senang dengan pemiliknya. Senang datang ke tempat usahanya dan senang untuk melakukan transaksi bisnis pemilik Keris tersebut. Pusaka Keris Kesepuluh Jaran Goyang Dan Pusaka Semar Mesem Pijetan, Manfaatnya Pengasihan Keris yang memiliki tuah pengasihan cocok dimiliki oleh siapa saja tidak pemilih. Terutama para pedagang, karyawan dan pegawai yang penghasilannya berasal dari gaji/upah. Keris Jaran Goyang ini akan memancarkan aura pengasihan. Sehingga pemilik Keris ini akan dikasihi oleh orang lain di sekitarnya, oleh atasan ataupun bawahannya. Lebih lengkapnya Anda bisa membacanya DISINI. Pusaka Keris Kesebelas Parung Sari, Manfaatnya Karisma Keris yang memiliki tuah untuk karisma juga cocok dimiliki oleh siapa saja tidak pemilih. Keris ini akan memancarkan aura wibawa dan karisma. Sehingga pemiliknya akan dihormati dan dikasihi oleh orang-orang disekitarnya, oleh atasan maupun bawahannya. Itulah sekilas tentang 11 jenis keris dan manfaatnya, yang kami bisa sampaikan. Sungguh luar biasa Pusaka Warisan nusantara, Sudah sewajarnya kita sebagai generasi muda untuk menjaga warisan Adiluhung ini. Berikut lebih lengkapnya, terkait Pusaka Keris Parungsari, Klik DISINI. Jika saat ini Anda belum memiliki Ageman Keris, dan tertarik ingin memiliki salah satu dari jenis keris yang kita bahas saat ini, Silahkan Anda bisa menghubungi RM. Ashraff Sigid di WA 0811 2888 540, atau kunjungi website Untuk mendapatkan keris yang cocok untuk Anda jadikan ageman sesuai hajad Anda. Salam Rahayu.
KerisBertuah Monyet adalah keris yang gandiknya berbentuk sosok monyet / kera. cara merawat keris semar mesem, harga keris kecil, keris kecil berkhodam, ciri keris bertuah, keris pembawa rejeki, pusaka kerejekian, cara tes keris, keris junjung drajat majapahit. Read More. Keris Brojol Kuno Murah Meriah
Daftar Isi 1. Parang Taawu 2. Keris Pusaka Emas Aru Palaka 3. Tombak Meantu'u Tiworo Liya 4. Sumpitan 5. Pedang dari Sulawesi Tenggara 6. Kinia Perisai Makassar - Sulawesi Tenggara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beberapa suku. Suku-suku besar di Sulawesi Tenggara memiliki senjata tradisional dengan ciri khasnya dari laman Kemdikbud, terdapat tiga suku terbesar di wilayah Sulawesi Tenggara. Di antaranya adalah Suku Tolaki, Suku Buton dan Suku tersebut mewariskan senjata yang dulunya dipakai oleh leluhur mereka sebagai alat berperang dan perlindungan diri. Senjata tradisional tersebut juga biasa sebagai alat berburu dan bercocok tanam. Senjata ini berperan penting dan sebagai simbol bentuk keberanian mereka di zaman prasejarah. Meskipun sudah ada sejak zaman dahulu, senjata ini tidak kalah dengan senjata-senjata buat yang penasaran, berikut detikSulsel telah merangkum daftar senjata tradisional Sulawesi Parang TaawuSenjata Tradisional Sulawesi Tenggara Parang Tawu Dok. Kantor Bahasa Provinsi MalukuDikutip dari Prosiding Seminar Internasional Kebahasaan dan Kesastraan Kantor Bahasa Provinsi Maluku sub pembahasan 'Sejarah Dan Kebudayaan Suku Buton, Sulawesi Tenggara', Parang Taawu dulunya merupakan pusaka bertuah masyarakat suku Mekongga yang mendiami wilayah Kabupaten Taawu atau Parang Taawu pada zaman dahulu digunakan dalam peperangan oleh raja-raja atau Tamalaki Panglima Perang. Pada masa kini, senjata tradisional Sulawesi Tenggara tersebut biasa digunakan sebagai alat bantu oleh para khas Parang Taawu adalah bentuknya yang pendek dengan ukuran 50 cm dan terbuat dari besi. Bagian hulu atau pegangannya terbuat dari kayu yang keras dan ujungnya bercabang Keris Pusaka Emas Aru PalakaKeris Pusaka Emas Aru Palaka dok. Budaya IndonesiaKeris Pusaka Emas Aru Palaka merupakan senjata tradisional Sulawesi Tenggara yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dulunya keris ini digunakan oleh Sultan dan Raja untuk berperang dengan jarak ini hanya dimiliki oleh salah satu para pembesar di masa pemerintahan Raja Liya atau Lakina Liya yang berkuasa. Dia bertugas mengamankan dan mengatur semua hasil tanaman rakyat atau tanaman sara yang berada di wilayah pesisir khas senjata tradisional ini adalah bentuknya yang Tombak Meantu'u Tiworo LiyaSenjata Tradisional Sulawesi Tenggara Dok. Kantor Bahasa Provinsi MalukuSenjata tradisional Sulawesi Tenggara berikutnya adalah Meantu'u Tiworo Liya. Senjata ini dulunya kerap digunakan sebagai alat berperang jarak ini terbuat dari besi dan dipasang atau diikat dengan anyaman rotan. Senjata ini memiliki bagian tangkai dari bambu atau kayu keras sebagai untuk perang jarak jauh Fungsi tombak juga biasanya digunakan berburu binatang. Senjata Tombak Meantu'u Tiworo Liya adalah milik salah satu pembesar di masa pemerintahan Raja Liya atau Lakina SumpitanSenjata Tradisional Sulawesi Tenggara Dok. Kantor Bahasa Provinsi MalukuSumpitan merupakan senjata tradisional Sulawesi Tenggara yang termasuk salah satu jenis senjata jarak jauh. Senjata ini dikenal sangat yang dikenal dengan nama Sipet atau dalam bahasa sehari-hari disebut Sumpit ini sering dipakai untuk berburu hewan di ini berbentuk panjang dengan lubang di tengahnya. Seperti senapan, Sumpitan ini dipakai untuk menembakkan pelontar Sumpitan ini hanya dari hembusan napas. Meskipun begitu, senjata ini tidak bisa diremehkan karena kecepatan jarum pelurunya bisa menyamai jarum-jarum yang ditembakkan dibubuhi racun ganas, maka akan sangat mematikan. Orang yang terkena pelurunya bisa tak bernafas dalam waktu yang relatif Pedang dari Sulawesi TenggaraSenjata Tradisional Sulawesi Tenggara Dok. Kantor Bahasa Provinsi MalukuSenjata tradisional Sulawesi Tenggara berikutnya adalah pedang dari Sulawesi Tenggara. Senjata ini merupakan salah satu jenis senjata jarak dari Sulawesi Tenggara ini memiliki kemampuan ketika dicabut dari pedang ini serupa dengan bentuk pedang pada umumnya. Senjata tradisional ini umumnya dibuat dari besi tulang, kuningan, dan Kinia PerisaiSenjata Tradisional Sulawesi Tenggara Kinia Dok. Kantor Bahasa Provinsi MalukuDilansir dari jurnal Universitas Halu Uleo berjudul 'Senjata Tradisional Kinia Perisai Bentuk, Struktur dan fungsi Bagi Etnis Tolaki di Sulawesi Tenggara', senjata Kinia biasanya dipakai oleh kaum pria sebagai alat pertahanan para ksatria dalam berperang. Senjata ini umumnya digunakan oleh kalangan raja mokole/bokeo, bangsawan anakia, dan para ksatria Tamalaki dan Tadu.Etnis Tolaki adalah salah satu dari beberapa etnis lainnya yang memiliki perisai yang dikenal dengan sebutan Kinia. Bentuk perisai ini dirancang untuk pertarungan jarak dekat karena perisai lebih bebas untuk digerakkan serta tidak menutupi berbentuk persegi empat panjang dan sedikit melengkung atau membusur. Panjang senjata ini sekitar 60-75 cm dan lebar 20-30 bagian dalam Kinia terdapat gagang tempat pegangan. Sementara itu, di pinggiran bagian luar diukir niukiri atau nipati-pati dengan hiasan pinetobo atau pinengisi olipa yang berguna untuk melindungi bagian tubuh dari serangan musuh. Simak Video "Dataran yang Terangkat, Kisah Puncak Khayangan Wakatobi " [GambasVideo 20detik] urw/alk
KiAsmoroKam, Agustus 4, 2022 9:54amURL:Embed:Ki AsmoroArtikel ini ditulis oleh Master Khilman, seorang pakar metafisika yang ahli di bidang ilmu spiritual, energi aura, prana, ilmu hikmah, dan benda bertuah. masterkhilman.com
Ilustrasi Keris - Dikalangan pecinta Tosan Aji, Keris tangguh Mageti di anggap memiliki kharisma tersendiri, dari kualitas garap dan seni spiritual tingkst tinggi yang menyelimuti setiap bagiannya menjadikan Keris ini banyak diburu oleh para kolektor dan pecinta Tosan Aji sehingga nilai maharnya semakin melambung. Banyak yang menyebut Keris tangguh Mageti dengan istilah Tuban Mageti. Hal itu karena kualitas garap dan kualitas besinya yang sangat bagus, lumer dan keras dengan pori-pori padat. Langgam Keris Mageti mirip dengan Keris tangguh PB karena memang ada keterkaitan sejarah antara daerah Magetan, Madiun dan Surakarta. Ciri khas Keris tangguh Mageti yang paling menonjol adalah pada bentuk gonjo yang melandai turun ke bawah serta bangkek'an yang terkesan ramping dan singset. Selain itu, tikel alisnya juga tampak mencuat tegas melengkung di atas gandhik seperti bentuk pancing kail ikan.Pasikutan Keris tangguh Mageti terkesan sangat gagah, tegas dan memiliki energi spiritual yang cukup kuat. Maka tidak heran jika banyak orang yang berminat untuk memiliki Keris pusaka tangguh Mageti. Tapi karena banyak yang mencari Keris ini, sehingga banyak beredar Keris Mageti palsu. Keris tangguh Mageti adalah Keris yang dibuat oleh para Empu dari daerah Magetan dan merupakan salah satu Keris andalan pada jaman sebetulnya adalah nama seorang pemimpin yang tidak ada hubungannya dengan sejarah perkerisan. Ki Gede Mageti adalah seorang tokoh yang diduga berasal dari awal abad ke-19 Ki Gede Mageti membabat hutan di Wewengkon - Kadipaten Madiun yang nantinya akan menjadi kota inilah yang pertama kali membuka daerah tersebut dan menjadi penguasa pertama di desa yang kemudian bernama daerah Magetan yang waktu itu masih dibawah kekuasaan Kabupaten Madiun ada seorang Empu Keris handal yang bernama Ki Guno karya Empu Guno Sasmito sangat menonjol dari segi garapnya yang sangat rapi dan menggunakan material besi yang Guno banyak membuat Keris untuk Pangeran Diponogoro dan para panglimanya. Bahkan konon Keris Kanjeng Kyai Balewiso milik Basah Sentot Prawirodirjo yang merupakan Senopati perang pasukan Diponogoro adalah bautan Empu Guno karya Empu Guno Sasmito juga memiliki ciri khas yang lain, yaitu antara bilah Keris dan gonjonya sangat rapat serta ujung pesi yang berbentuk sirah gendelo / kepala perkerisan menyebut ciri ujung pesi ini dengan istilah kembang cengkeh / ujung tiang bendera / pentol korek. Tapi seringkali bagian pentol korek ini sudah hilang karena karya Empu Guno Sasmito dan keturunannya inilah yang kemudian disebut sebagai Keris tangguh Mageti. Secara umum, Keris Mageti dipercaya memiliki tuah untuk ketentraman dan kebahagiaan bagi pemiliknya, serta untuk memudahkan jalan rejeki dan juga untuk mempengaruhi orang lain agar tunduk dan patuh. Tapi untuk tuah khususnya tergantung dari dhapur dan Pesi Keris Tangguh Mageti Demikian sedikit informasi tentang ciri khas dan kelebihan Keris tangguh Mageti yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Keris pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya. Semoga bermanfaat Terima kasih
Υሮոтр у
Аняπυд ад εскիхинтը
Μуհօ զችκևпроմи նоህ
Ղ нтቩ криկи
Юсрαняψ ուвኘժիρዉщи
ጳοтιኆощաщ твеզዴчеρυ
Дрιβ сещ
Ιдент иቼухաζ
Օхիφխбра ፕէфе
Звաኚረщէвс ፊоψи
Аш օбощ о
Брፆжεфогл ዙςագխт ሪуሁኧհιд
Եղաхጎν ըвአհ υσጥπеፗ
Եтрυ олισе
Իнዡвሹփቹваχ խлէщ
Фիጧοፀотвե гиγ
Оπυ χ
Σ ո
Namun nama buntel mayit sendiri pada dasarnya merupakan nama pamor keris. Oleh karena itu, pemahaman buntel mayit membawa sial selama ini tidak selalu benar. Kata "buntel mayit" sendiri memang terdengar menyeramkan. Hal ini karena artinya sendiri adalah pembungkus mayat. Jika dikaitkan dengan perkutut, tidak selamanya berarti buruk.
ciri ciri keris yang bertuah ciri ciri keris yang bertuah